Rabu, 04 Desember 2013

SUATU YANG MENEGANGKAN



DI   TENGAH   KEGELAPAN MALAM

          Suatu hari saya pergi ke gereja untuk menghadiri rapat. Ketika rapat saya selalu melihat ke arah jam yang berada di Hand Phone saya, untuk mengetaui sudah berapa lama rapat ini berlangsung. Karena ibu saya berkata “ koe ojo bali wengi – wengi!” . Setelah rapat berjalan dua setengah jam saya mulai melupakan perkataan ibu saya dan menjalani rapat dengan lebih santai,

            Rapatpun berakhir pukul 10.15 malam. Tetapi saya tidak bergegas pulang, melainkan masih di sana untuk berbincang – bincang dengan teman saya yang pukul 10  malam baru dating. Setelah kira – kira 30 menit saya berbincang – bincang saya akhirya memutuskan untuk berpamitan dan pulang.

            Saya mulai teringat kebali dengan perkataan ibu saya agar saya tidak pulang terlalu malam di jalan, yang membuat saya mulai mempercepat laju motor saya hingga 100 km/jam.

            Disaat saya memacu motor saya, saya mulai merasakan perasaan yang tidak enak yang membuat pikiran saya melayang – layang bagaikan layangan yang terombang – ambing di langit terkena angina yang kencang. Perasaan saya semakin tidak enak setelah saya memasuki gang menuju rumah saya yang terlihat sangat gelap karna lampu yang berada di rumah tetangga mati.

            Sesampainya di garasi rumah saya mematikan motor dan wow, saya tidak dapat melihat apapun. Saya mulai merasa takut dan berfikiran akan melihat sesuatu mengerikan. Tanpa pikir panjang saya segera mengeluarkan Hand Phone yang berada di dalam saku celana saya dan bergegas membuka pintu rumah. Tidak terlihat sedikitpun kehidupan di ruang bawah. Saya melihat kekanan dan kekiri untuk memberanikan diri bahwa tidak ada yang akan memperlihatkan diri dalam bentuk apapun.

            Karena saya sudah memastikan bahwa tidak ada orang di runga bawah saya memutuskan untuk memasukan motor ke dalam rumah. Semakin lama saya semakin ketakutan dan pikiran saya semakin berandai – andai, hingga membuat saya tidak dapat memesukan motor ke dalam rumah karena ada sedikit halangan pada ban belakang.

            Semakin lama perasaan saya semakin menjadi – jadi. Saya merasa aka nada yang mendekati saya. Tidak lama kemudian ketika saya yang masih memegang motor, saya melihat cahaya dari runga atas perlahan – lahan menuruni tangga demi tangga. Detak jantung saya semakin cepat an berfikiran akan melihat sesuatu, disaat yang sama saya ingin lari sejauh dan secepat mungkin untuk mencari sedikit cahaya lampu, tapi naasnya semua tidak terlihat oleh mataku, karena semuanya (tanah, batu, jalan, dinding, pepohonan, dsb) ditelan oleh gelapnya malam tanpa sedikitpun cahaya termaksud cahaya bulan. Cahaya itupun semakin mendekat, seperti suatu misteri yang berada dalam kegalapan. Akhirnya cahaya itu menunjukan wujud aslinya. Tanpa saya sangkan adik saya hadir dengan sebuah lilin di tangan. Saya sangat lega melihat adik saya mulai menerangi sekitar ruangan bawah yang memudahkan saya untuk memasaukan motor ke dalam rumah.

            Tidak lama kemudian listrik di rumah pun hidaup dan disusul orang tua saya yang baru pulang dari rumah saudara.

            Kegelapan biasanya menimbulkan ketakutan dalam diri seseorang. Tetapi ketika kita percaya dan menyerahan segala sesuatu yang akan terjadi kepada Tuhan, kita pasti akan diberi jalan yang terang.

      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar